7.1.13

Sebenarnya begini, jujur saja.
Saya sebenarnya sudah mulai tidak cocok berada di SMA sejak kelas 11.
Sampai kemudian saya dapet beasiswa pertukaran pelajar untuk tahun ajaran 2011/2012.
Saya makin sadar bahwa saya sudah seharusnya not belong to the high school society anymore.
Saya malah  merasa bahwa kalau saya the real anak SMA adalah ketika masuk kelas 10. Saat saya berada di SMA saya yang di Amerika tahun lalu, saya lebih merasa punya school spirit dan rasa bangga memiliki sekolah, yang American high school tentunya.
Malah di sekolah saya yang sekarang ini saya nggak merasa nyaman. It's not about the teacher or the lessons, it's more about the system.
Y'know how Indonesian curriculum system works right?
Ditambah lagi pergaulan di sekolah yang ngegap. Siapapun kalau ditanya, pasti akan lebih memilih main ke mall, hangout, makan dan konsumtif segala macam, mereka jadi semacam menyulap lembaga pendidikan menjadi lembaga pergaulan, mereka lupa tugas utama mereka.
Mending ya bergaulnya masih produktif, ini perilaku malas berpikirnya aja ketahuan, nggak cuma di sekolah tapi dari cara bergaul juga ketahuan kalau cuma mau senangnya doang.


Buat saya, adolescent phase itu seharusnya bukan cuma soal bersenang-senang aja.
Itu kan masa peralihan dari anak-anak ke kedewasaan.
Harusnya masa remaja itu adalah masa pembelajaran yang paling banyak untuk bekal seumur hidup.
Masa dewasa mah enak tinggal ongkang-ongkang kaki review-ing dan mengimplementasikan pelajaran hidup maupun pelajaran dari pendidikan yang udah didapat waktu remaja.


Ya sudah.
Jadi, saya memang harus kembali ke kungkungan seragam putih abu-abu ini.
Saya mau jadi seperti Jean-Dominique Bauby yang sekujur tubuhnya memang nggak bisa digerakkan kecuali mata kirinya yang bisa berkedip, tapi pemikirannya seperti kupu-kupu yang terbang bebas.
Saya bersyukur pemikiran saya masih bisa melanglangbuana.
Saya bersyukur saya masih bebas berpikir dalam kungkungan sementara ini.


Saya ikhlas kembali ke kungkungan, karena memang ini adalah proses yang hampir semua peserta pertukaran pelajar dari Indonesia dan saya tahu nggak cuma saya yang berjuang dalam fase pascapertukaran ini.


Saya tidak sabar Ujian Nasional. Saya sangat siap untuk Ujian Nasional.
Karena itu lah kunci kebebasan saya.
Semangat!

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright 2010 Singa Betina yang Terjebak.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.