16.12.12

Gue masih nggak ngerti. Sejujurnya, bagaimana manusia bisa melihat manusia lain sebagai objek, bukan sebagai sesama manusia. Contohnya, abang angkot, nyebut orang yang naik di mobilnya dengan sebutan 'sewa', kadang gak peduli orangnya duduk enak apa bawa banyak barang asal jalannya cepet dan dapet duit dari orang itu dan penumpang adalah objek uangnya. Atau MLM yang melihat orang sebagai prospek, potensi bisnis, peluang pendapatan, uang, yah lagi-lagi melihat orang sebagai objek. Atau ngefans sama artis sampai nangis-nangis kalau gak ketemu, aduh kayak mereka ini bukan manusia atau lebih superior dari kita aja, padahal spesiesnya sama. Buat gue, cukup lah melihat orang sebagai objek di pelajaran Bahasa Indonesia bagian konsep SPOK aja. Dalam kehidupan, sesungguhnya melihat dan memperlakukan orang lain harus sebagai sesama manusia yang punya perasaan dan kepentingan hidupnya tuh sama, terlepas tua-muda, miskin-kaya, atheis-religius, pintar-bodoh, dsb. Manusia mana sih yang nggak ingin diperlakukan sebagai manusia seutuhnya? Gue yakin, kalau kita selalu memanusiakan manusia, toleransi dan pengertian kita tentang hidup akan berkembang. Ibarat menyemai benih, dengan kita memanusiakan manusia di sekitar kita, akan membuka kesempatan bagi kita untuk diperlakukan sebagai manusia dengan sebaik-baiknya, bukan hanya oleh manusia lain tapi juga oleh Tuhan. I'm seeing a person as a human with hearts, how about you?

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright 2010 Singa Betina yang Terjebak.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.