27.10.12

Begini ya,
buat gue, SOK TAU adalah kata sangat, sangat menyakitkan
daripada ngatain begitu, kenapa kita nggak "correct the people if they are wrong" aja sih, kalau memang kita lebih tau benar-benar dan ada dasarnya?

Dari SD, gue adalah seseorang yang selalu dikatain sok tau sama banyak orang, sampai gue udah terbiasa dikatain begitu sampai gede

Palingan tahun lalu doang gue nggak dikatain sok tau selama setahun penuh, dan gue senang banget karena semua orang menghargai gue saat gue ikut program pertukaran itu, Bahagia sekali.

Pas balik lagi, apalagi anak cowok-cowok, ditambah beberapa guru sinis, suka banget ngatain sok tau ke gue, nggak di depan muka sih, tapi sindir-sindir aja di kelas, tapi giliran butuh bantuan mereka dateng ke gue. Aneh.

At first, beberapa bulan ini gue agak sakit hati dikatain sok tau, habis gue merasa gue nggak mengada-ada dengan hal-hal yang pernah gue baca dan gue tau dari berbagai tempat. Tapi setelah diberi nasihat oleh sahabat saya, untuk menanggapi phrase 'sok tau' jangan pakai hati tapi diotak aja, pikirin kenapa mereka bisa ngomong gitu ke kita, nggak usah sakit hati karena merekapun bilang sok tau juga nggak pakai hati.

Setelah gue pikir-pikir lagi, well, ada beberapa faktor-gue yang menyebabkan gue dianggap sok tau, misalnya dengan nada bicara gue yang penuh keyakinan, terkadang kedengaran nyolot karena, hehehe, masih kebawa Amrik dikit sih, dan.. yah... suara gue bukan tipe remaja kebanyakan, lebih berat dibanding cewek-cewek kebanyakan. Gue orang yang basicnya sangat curious kalau masalah pengetahuan, makanya gue banyak nanya, kadang pertanyaan dalam, jadi dipikirnya gue nanya ngetes, padahal gue emang gak tau.

Nah kalau faktor-gue, ya udah sih ya, yang penting kan gue nggak ada niatan sama sekali buat ngerugiin orang lain dan gue nggak mau berpura-pura bodoh di depan orang. Gue ya gue, biara aja gue sok tau, emang remaja pada dasarnya sok tau. Dengan sekuat tenaga, guepun tidak akan melebaykan diri di sekolah dan membantu, bukan membantu contekan ya tapi.

Ada faktor tertentu yang gue lihat kenapa orang-orang suka bilang gue sok tau.

Iri atau "sirik".

Setidaknya itu yang dikatakan oleh orang-orang yang gue percaya dan teman-teman yang memang tahu gue, juga teman-teman yang pada dasarnya nggak suka berpikiran negatif. Gue bangga mengenal mereka semua.

I don't want to be an arrogant person, I always not trying to be one.

No offense, but I have to say this
Sirik itu tanda tak mampu.

Salah satu teman gue di kelas bilang kalau gue ini berani jadi diri sendiri, berani mengekspresikan pendapat dan jujur nggak cuma sama teman tapi sama guru juga.
"Anak-anak di kelas sirik sama kamu karena kamu bisa berani bilang jujur dan terbuka sama guru yang banyak orang nggak suka, kamu juga berani ngeluarin pendapat di kelas tanpa takut-takut, nggak cuma mereka, aku pun pengen banget jadi orang berani kayak kamu," katanya dengan hati-hati

Loh, sebenarnya kalau kita mau mengungkapkan pendapat, ungkapin aja gitu lho apa susahnya?
Kenapa harus sirik? Toh ini satu hal yang semua orang bisa kerjakan, asal nggak malas dan tetap jujur, nggak perlu gelar atau sertifikasi kan untuk berani ngungkapin pendapat?
Kenapa harus takut? Toh kita sama-sama manusia, sama-sama punya pendapat dan sama-sama mikir
(Apa ini karena society Indonesia yang banyak hirarkis-nya ya? Kurang horizontal?)
Kenapa nggak ungkapin aja apa yang ingin kita katakan? Daripada ngendap di hati, nggak enak
Ini bukan sok tau, tapi ini atas nama kebenaran dan kejujuran pada diri sendiri.

Apa hubungannya dengan "sirik tanda tak mampu"?
Karena ternyata mereka memang belum mampu mengungkapkan pemikiran mereka, mereka masih takut salah. Karena mungkin mereka pikir, salah adalah salah
Which, nggak bener juga karena, kita ini pelajar, belajar, belum tahu banyak hal, salah itu wajar, asal kita belajar dari kesalahan, karena salah itu pondasi belajar.
Sementara gue bukan orang yang takut salah.
Itu lah mungkin mengapa gue dikatakan sok tau lagi.

Gue pun juga suka iri kadang sama teman-teman gue yang sukses.
Tapi gue nggak pernah ngatain mereka sok tau
Yang ada gue sukanya belajar dari mereka, ingin tahu kiat-kiat apa aja yang bisa gue jalanin biar gue bisa jadi sukses seperti mereka tetapi juga sukses di cara dan jalan gue sendiri



Buat gue sekarang, terserah orang mau berkata apa tentang kita

We have to be sure that we are good person, but we have to be sure that we do introspection in any good and bad aspect of ourselves

...dan kita nggak ada niat buat ngerugiin orang lain dan kita menghargai hak orang lain

Iri oke, asal jangan berlarut tapi jadikan cambuk untuk bergerak lebih baik jadikan inspirasi aja.
Jujur gue ingin sekali bisa jadi inspirasi untuk orang lain dan I'm working on it, 'cause I know there are still a lot of my friends that are way more inspiring than me.

Last but not least, do not afraid to be wrong, karena kita nggak akan berkembang kalau hidup kita bener terus, karena sumber kebenaran adalah belajar dari kesalahan.

(Agak off key) Kebenaran, sekecil apapun itu harus selalu dikejar, diperjuangkan lalu ditanamkan.


2 komentar:

dinikopi mengatakan...

Dhyyyys, kayaknya kita pernah mengalami fase sama dalam hidup. Waktu SMA selama tiga tahun gw juga dikatain sok tahu, nyolot, penjilat, cari muka, dan berbagai kata hinaan lain, yang gw tahu gue bukan begitu. Senasib kita Dhys :P

Tapi tenang aja, orang orang kayak kita lah yang nanti bisa memimpin dunia #okesebutinilebay :P

Bagian soal mereka iri dan sirik hati karena kemampuan mengungkapkan apa apa yang ada di pikiran kita itu bener, Dhys. Selama 3 tahun gw dicerca sok tahu sama anak SMA, bertahun tahun kemudian banyak yang ngaku mereka sebenernya pengen kayak gw yang ceplas ceplos. They adore us, in their heart but too shy to say it :P

Lo beruntung Dhys pernah mencicipi kehidupan Amerika yang lebih demokratis jadi bisa bikin perbandingan. Orang Indonesia itu kebanyakan sucks. The tend to be homogen. Ada yang beda dikit, dibully deh.

Terus curhat disini aja Dhys, blog itu pelarian tertepat kalo dunia rasanya udah ngagk adil menilai diri kita. Dan yes, gw setuju sama penilaian lo terhadap diri lo sendiri. Kita musti nilai diri kita sebaik mungkin.

Keep up the good work, Dhys. Don't let others stop being the best version of you :D

Gladhys Elliona mengatakan...

Diiiin thank you abis loh! I LOVE YOU DINI KANGEN SELALU!! :D

Poskan Komentar

 

Copyright 2010 Singa Betina yang Terjebak.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.