7.10.12

Kemaren gue habis datang ke Bedah Kampus Universitas Indonesia 13. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kegalauan tentang jurusan yang ingin gue ambil saat kuliah di nanti, dan semoga saja gue diterima jadi mahasiswa Universitas Indonesia tahun depan.

Terima kasih banyak BKUI13 yang super membantu dan oh wahai BEM UI juga sebagai penyelenggara!

Well, memang sebenarnya tujuan utama gue adalah untuk belajar Psikologi (masuk Psiko pun karena ingin lebih mengenal diri dan karena gue punya kebanyakan minat, dan juga ingin menguji kebenaran quote: "Mother knows best"). Cuma gue pun perlu menjaga-jaga apabila gue pada akhirnya nggak memenuhi syarat untuk masuk ke Fakultas Psikologi, gue pun menemukan beberapa kemungkinan. Awalnya gue berniat masuk Komunikasi karena gue ingin mempelajari media dan mungkin perfilman secara lebih lanjut, tapi saat gue dijelaskan di BKUI, ternyata kurang cocok, malah perfilman lebih baik lari ke Vokasi Komunikasi. Lalu Hubungan Internasional yang teman-teman selalu menyarankan gue untuk masuk sana, gue juga nggak cocok karena nggak sreg dengan mata kuliah dan tujuan pembelajarannya, kurang gue banget gitu.

Nah, gue menemukan pilihan baru, yang fix saya akan ambil jadi pilihan alternatif yaitu:











Antropologi.


Kenapa?
Ternyata yang selama ini gue idamkan untuk gue pelajari lebih dalam adalah tentang budaya dan hubungan antarbudaya, bukan hubungan antarnegara, yang dari dulu gue kira serupa.

Gue mengingat-ngingat lagi, ternyata gue sudah tertarik dengan perihal kebudayaan ini sejak kecil. Terbukti saat gue mampir ke stand jurusan Antropologi, mereka memamerkan bukunya James Danandjaja tentang folklor, terus gue dengan polosnya bilang, "Ih waw,bukunya James Danandjaja!" "Kamu tau dek?" "Tau kak, aku pernah baca bukunya dia waktu SD," lalu kakak Antropnya pun terbelalak. Beneran.

Yup, gue sudah diperkenalkan dengan cerita rakyat Indonesia sejak TK, dan sejak SD kelas 2, gue membaca banyaaaaak sekali kompilasi cerita rakyat yang pengarangnya beliau dan juga bukunya bu Murti Bunanta. Sampai gue pernah ulang tahun dihadiahinnya buku cerita rakyat, bukunya cutting edge dan nggak banyak orang tau gitu, judulnya Si Bungsu Katak. Terus pernah ngisi teater buat Festival Mendongeng 2004, dan pernah ikut lomba mendongeng sekolah yang tapi ujungnya gak menang.

Ditambah lagi saat gue mengenal National Geographic, dan saat mereka membahas sebuah society, kehidupan berbudaya suatu negara, adalah artikel yang sangat menarik hati, yaa contohnya artikel Suara-Suara yang Sirna Juli 2012, atau saat ngomongin kebudayaan Indian Sioux yang punya trauma di edisi Agustus 2012, wow, that's really interesting to learn.


Sepertinyapun gue harus menyusun SWOT untuk decision making soal penjurusan ini, mengingat sebenarnya gara-gara ke BKUI juga bikin gue tertarik di Sosiologi.

Dan sejujurnya gue tidak terlalu memikirkan prospek kerja karena sebenarnya, tujuan ngambil jurusan ini juga bukan karena gue mau jadi budayawan. Dunia kerja yang gue lihat adalah rumus ini:

passion + opportunity +( knowledge you have x ability) + willingness + (sincerity x good attitudes) = "Happynomics"


Kalau gue kuliah Psikologi nanti, gue akan senantiasa mengambil mata kuliah yang berhubungan dengan kebudayaan dan lingustik. Sementara gue akan melampiaskan dua passion gue di bidang menulis dan performing arts dengan ikut UKM atau freelance aja. Yang jelas kalau nggak dapat Psikologi, Antropologi, maukah engkau menunggu diriku? :')

Sincerely,
GladhysGalauKuliahGalauBelajarGakSukaMatematikaAnakIPSSejati

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright 2010 Singa Betina yang Terjebak.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.